Pemilik toko fashion dengan 3 cabang di kota yang sama menghadapi mimpi buruk yang familiar: stok di sistem tidak pernah cocok dengan stok fisik.
Masalah Utama
1. Tiga Cabang, Tiga "Versi Kebenaran"
Setiap cabang punya cara pencatatan sendiri. Cabang A pakai Excel, cabang B pakai buku tulis, cabang C pakai aplikasi gratis yang sering error. Owner harus mencocokkan tiga sumber data setiap minggu.
2. Transfer Stok Antar Cabang = Chaos
Ketika barang dipindah dari cabang A ke cabang C, pencatatan sering terlambat. Akibatnya, barang yang sudah pindah masih terlihat "ada" di cabang A, dan belum tercatat di cabang C.
3. Tidak Tahu Produk Mana yang Profitable
Owner tahu baju A "laku keras". Tapi setelah dihitung margin, return rate, dan biaya penyimpanan — ternyata baju B yang jarang laku justru lebih menguntungkan.
Solusi: Sistem Inventori Terpusat
Apa yang Kami Bangun:
- Database tunggal untuk seluruh cabang — satu sumber kebenaran
- Barcode scanner di setiap titik: penerimaan barang, penjualan, transfer
- Dashboard owner yang menampilkan stok realtime per cabang per produk
- Alert otomatis ketika stok menipis atau ada selisih terdeteksi
- Laporan profitabilitas per produk yang memperhitungkan semua biaya
Timeline Implementasi:
- Minggu 1-2: Setup sistem, migrasi data, training karyawan
- Minggu 3: Go-live semua cabang simultan
- Minggu 4: Fine-tuning dan optimasi
Hasil Setelah 1 Bulan
| Metrik | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Selisih stok bulanan | Rp 8 juta | < Rp 400 ribu |
| Waktu rekonsiliasi stok | 6 jam/minggu | 15 menit/minggu |
| Waktu owner untuk operasional | 3 jam/hari | 30 menit/hari |
| Visibility profitabilitas produk | Tidak ada | Realtime per SKU |
Owner sekarang menghabiskan waktunya untuk cari supplier baru dan ekspansi ke kota lain — bukan menghitung stok di gudang.
Butuh Sistem yang Sesuai Bisnis Anda?
Kami membangun sistem operasional custom untuk UMKM. Bukan template, tapi solusi yang dibuat sesuai proses kerja bisnis Anda.
Lihat Layanan Kami


