Kembali ke Insight
case-study

Case Study: Sistem POS Warung Makan yang Menutup Kebocoran 20 Juta/Bulan

Nekat Digital

Warung makan dengan 3 cabang mengalami masalah serius: omset tercatat Rp 80 juta/bulan, tapi uang di bank hanya Rp 60 juta. Selisih Rp 20 juta hilang entah ke mana. Owner curiga ada "kebocoran," tapi tidak bisa buktikan karena tidak ada sistem yang rapi.

Masalah Utama

1. Tidak Tahu Omset Real-Time

  • Kasir tulis transaksi di buku (kadang lupa)
  • Rekap manual Excel akhir hari
  • Owner hanya tahu omset 2-3 hari setelahnya
  • Tidak ada cara cross-check antara uang fisik vs transaksi tercatat

2. Stok Bahan Baku Tidak Jelas

  • Stok daging, sayur, bumbu dicatat manual di kertas
  • Sering kehabisan bahan tengah hari (padahal tadi pagi kayaknya cukup)
  • Tidak tahu berapa cost sebenarnya per porsi menu
  • Bahan baku hilang atau dibawa pulang staff? Tidak ada yang tahu.

3. Menu Best-Seller vs Rugi Tidak Terpantau

  • Ada 15 menu, tapi owner tidak tahu mana yang paling laris
  • Ada menu yang dijual murah tapi cost bahan tinggi (rugi tiap porsi)
  • Tidak ada data untuk keputusan: haruskah menu X dihapus atau harga dinaikkan?

4. Kasir Bisa "Main-Main"

  • Terima uang Rp 50.000, catat Rp 40.000, sisanya masuk kantong
  • Owner tidak bisa track karena tidak ada bukti digital
  • Kamera CCTV ada, tapi repot cek rekaman 8 jam setiap hari

Solusi yang Kami Bangun

Sistem POS + Inventory Management

1. Modul Kasir (POS)

  • Input order: menu, jumlah, catatan (tanpa cabe, dll)
  • Auto-hitung total + pajak/service charge
  • Cetak struk otomatis
  • Setiap transaksi tercatat dengan timestamp, tidak bisa dihapus
  • Dashboard real-time: omset hari ini, transaksi per jam

2. Modul Inventory

  • Track stok bahan baku (kg, liter, pcs)
  • Auto-kurangi stok saat menu dijual (contoh: jual Ayam Geprek 1 porsi → kurangi 200gram daging ayam, 50gram tepung, dll)
  • Alert saat stok menipis
  • Histori pembelian bahan (dari supplier)

3. Modul Recipe Management

  • Define resep per menu: Ayam Geprek butuh 200g ayam, 50g tepung, 10ml minyak
  • Hitung COGS (Cost of Goods Sold) real-time
  • Owner bisa lihat: menu mana yang margin-nya kecil

4. Modul Laporan

  • Laporan harian: omset, COGS, profit
  • Laporan per cabang (3 cabang bisa dibandingkan)
  • Laporan per menu: mana best-seller, mana yang jarang laku
  • Export Excel untuk akuntan

Proses Implementasi

Fase 1: Investigasi Kebocoran (1 Minggu)

Kami audit manual selama 3 hari:

  • Catat semua transaksi di cabang 1 (observasi langsung)
  • Hitung stok bahan baku pagi vs sore
  • Temuan: ada selisih ~15 porsi/hari yang tidak tercatat (3 cabang x 5 porsi = Rp 20 juta/bulan hilang)

Fase 2: Design Sistem (2 Minggu)

  • Database: menu, bahan baku, resep, transaksi, user (kasir)
  • UI/UX kasir: harus cepat, tidak ribet (kasir sering ganti)
  • Role permission: kasir hanya bisa input order, owner bisa lihat laporan

Fase 3: Development (8 Minggu)

  • Backend: Node.js + PostgreSQL
  • Frontend POS: React (responsive untuk tablet)
  • Integrasi printer thermal untuk struk
  • Testing stres: bisa handle 100+ transaksi/jam

Fase 4: Pilot Test di 1 Cabang (2 Minggu)

  • Install di cabang 1 dulu
  • Training kasir (3 sesi @ 2 jam)
  • Migrasi data menu lama
  • Parallel run: sistem baru + buku manual (untuk validasi selama 1 minggu)

Fase 5: Rollout ke 3 Cabang (1 Minggu)

  • Setelah test sukses, install di cabang 2 & 3
  • Training kasir masing-masing cabang
  • Full switch: sistem POS jadi wajib, buku manual stop

Hasil Setelah 2 Bulan

Metrik Operasional

  • Kebocoran hilang: omset tercatat naik 25% (bukan karena tambah pembeli, tapi karena transaksi tidak "bocor")
  • Akurasi stok meningkat: tidak ada lagi "tiba-tiba kehabisan bahan"
  • Efisiensi kasir: transaksi 30% lebih cepat (dari tulis manual → klik menu di tablet)

Insight Bisnis

  • Menu terlaris: Ayam Geprek & Es Teh Manis (60% total transaksi)
  • Menu rugi: Nasi Goreng Seafood (cost tinggi, harga jual terlalu murah) → harga dinaikkan Rp 5.000
  • Jam sibuk: 12:00-13:00 & 18:00-19:00 → owner tambah kasir shift jam tersebut

Manfaat untuk Owner

  • Pantau 3 cabang dari 1 dashboard: tidak perlu keliling cabang tiap hari
  • Keputusan berbasis data: hapus menu yang jarang laku, fokus promosi menu best-seller
  • Deteksi anomali: jika cabang 2 omset turun drastis, langsung ketahuan hari itu juga

ROI (Return on Investment)

  • Investasi: Rp 60 juta (sistem + tablet 4 unit + printer + training)
  • Penghematan dari kebocoran: Rp 20 juta/bulan
  • Break-even: 3 bulan
  • Setelah 3 bulan: pure profit

Tantangan yang Dihadapi

1. Kasir Tidak Terbiasa Pakai Tablet

Solusi: training intensif + kasir senior jadi mentor. Setelah 2 minggu, semua lancar.

2. Internet Mati → POS Tidak Bisa?

Solusi: sistem bisa offline mode. Transaksi tersimpan lokal, auto-sinkronisasi saat internet kembali.

3. Tablet Kena Air/Minyak

Solusi: beli casing anti-air + posisi tablet jauh dari kompor.

4. Resistensi dari "Kasir Lama"

Ada kasir yang tolak pakai sistem (karena selama ini dia yang "main-main"). Owner tegas: pakai sistem atau tidak lanjut kontrak. 1 kasir resign, diganti yang baru.

Pelajaran Penting

1. Data Tidak Bohong

Sebelumnya owner "merasa" ada kebocoran tapi tidak bisa buktikan. Setelah sistem jalan, angka jelas: kebocoran memang ada.

2. Sistem Harus User-Friendly

Kasir adalah orang yang paling sering ganti. Jika sistem ribet, tidak akan dipakai.

3. Owner Harus Konsisten

Ada momen kasir lupa login ke sistem, lalu tulis manual. Owner harus tegaskan: tidak ada catatan manual lagi, semua harus di sistem.

4. Transparency Membuat Tim Profesional

Setelah sistem, kasir tidak bisa "main-main." Yang jujur merasa aman, yang tidak jujur resign sendiri.

Apakah Sistem Ini Cocok untuk Bisnis Anda?

Sistem POS custom seperti ini cocok jika:

  • ✅ Punya 2+ cabang (atau 1 cabang tapi volume tinggi)
  • ✅ Banyak menu (10+) dengan variasi bahan baku
  • ✅ Curiga ada kebocoran atau ingin kontrol keuangan lebih ketat
  • ✅ Owner tidak bisa standby di tempat setiap hari

Tidak cocok jika:

  • ❌ Bisnis masih eksperimen menu (belum stabil)
  • ❌ Volume transaksi rendah (misal: kopi keliling, 20 transaksi/hari)
  • ❌ Budget terbatas (di bawah 30 juta untuk setup awal)

Ingin Sistem Serupa?
Setiap warung/resto punya cara kerja beda. Kami tidak jual "paket POS," tapi bangun sistem yang fit dengan operasional Anda.

Diskusi Gratis 30 Menit →

Butuh Sistem yang Sesuai Bisnis Anda?

Kami membangun sistem operasional custom untuk UMKM. Bukan template, tapi solusi yang dibuat sesuai proses kerja bisnis Anda.

Lihat Layanan Kami

Siap Membangun Sistem untuk Bisnis Anda?

Lihat layanan kami dan temukan solusi yang tepat untuk operasional bisnis Anda.

Lihat Layanan Kami